NASIONALPOLITIK

Relawan Nasional PAS Sumsel Bertolak ke Pekan Baru Riau

MataPublik.co, PALEMBANG – Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN-PAS) Sumatera Selatan menggelar konferensi pers di Cafe Advocate Jalan Abusamah Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (26/09/2018).

Kegiatan ini bertujuan menyampaikan persiapan keberangkatan Deklarasi Relawan Nasional PAS Sumsel ke Pekan Baru, Riau tgl 30 September 2018 mendatang.

H. Mohammad Jamil, SH., MSi selaku Ketua Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN-PAS) Sumsel juga mengungkapkan terkait latar belakang terbentuknya RN-PAS Sumsel.

“Berangkat dari kekhawatiran semakin memburuknya kualitas hidup masyarakat Indonesia, misalnya melemahnya nilai mata uang rupiah, hutang negara yang terus menigkat, semakin menyempitnya lapangan pekerjaan, dan persoalan di bidang kehidupan lainnya,”jelasnya.

Lihat Juga  Gaji PNS Bersumber APBN dari Pajak Rakyat

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut ia menilai bahwa bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang baru yang mampu bekerja keras secara cerdas, kompeten dan juga religius, serta berani dan berwibawa.

“Atas izin Allah Subhanahuwata’ala, Insya Allah pasangan calon Presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno merupakan kombinasi yang PAS untuk menjadikan negara ini semakin bermartabat, kokoh, mandiri dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kobra (Komando Barisan Rakyat) M. Ali Ruben menambahkan ada tiga hal lain yang menjadi alasan mengapa rezim saat ini harus diganti.

Lihat Juga  Pesawat Lion Air yang Jatuh Memiliki Riwayat Masalah pada Mesin

“Tiga fakta yang terjadi saat ini yaitu pertama permasalahan ekonomi, akibat tingginya harga bahan pokok (sembako) yang menyebabkan kurangnya daya beli masyarakat tentu sangat menyengsarakan khususnya bagi emak-emak. Kedua terkait masalah sosial dan politik, adanya kesenjangan sosial dan politik, adanya pelarangan untuk berserikat dan menyampaikan pendapat, terakhir masalah hukum, penegakan hukum yang tidak adil, tebang pilih, tajam ke bawah dan tumpul keatas,”pungkasnya. (dudin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close