NASIONAL

Retno: Sebuah Kehormatan Terima Medali Emas Kemerdekaan Pers

JAKARTA — Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi menyempatkan waktunya berkunjung ke kantor PWI Pusat, Kamis (29/2).

Retno yang barusan pulang tugas negara menghadiri sidang mahkamah internasional di Den Haag, Belanda ini, saat puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Konvention Ancol, Retno LP Marsudi tidak bisa hadir. Saat itu seharusnya Retno menerima langsung pengalungan medali emas kemerdekaan pers.

“Alhamdulillah sudah bisa tidur nyenyak tsetelah menerima langsung medali emas kemerdekaan pers,” ujar Retno saat diterima Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun dan didampingi pengurus lainnya.

Acara di PWI Pusat langsung dibawa oleh Uni Lubis, dan juga dihadiri pentolan pengurus PWI Pusat juga hadir yang mewakili dari Dewan Pers.

Retno juga menceritakan terkait peran Indonesia di tengah konflik di Palestina terutama di Gaza.

Menurut Retno, Indonesia mengikuti seksama keputusan pengadilan internasional (ICJ) mengenai situasi di Gaza.

Lihat Juga  Gerakan Kelompok Anarko Terlibat Aksi Kerusuhan May Day

Walaukun keputusan ICJ belum memenuhi harapan banyak pihak mengenai pentingnya penghentian aksi militer Israel, namun keputusan tersebut tetap merupakan perkembangan penting bagi penegakan hukum internasional.

Seperti diketahui, ICJ telah memerintahkan Israel untuk segera bertindak mencegah genosida di Gaza, namun tidak menyerukan gencatan senjata di wilayah kantong yang dilanda perang tersebut.

Hakim mahkamah internasional memerintahkan Israel untuk mengambil langkah-langkah untuk membatasi kematian dan kehancuran yang disebabkan oleh kampanye militernya, serta untuk mencegah dan menghukum hasutan untuk melakukan genosida, dan memastikan penyediaan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Dalam pertemuan dengan Menlu juga diadakan dialog dan ada sesion yang sifatnya off the record.

Namun demikian Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun mengemukakan alasan, mengapa Menlu Retno LP Marsudi menerima medali emas kemerdekaan pers.

Selain berbagai keberhasilan kegiatan internasional dan membawa peran Indonesia, secara khusus di lingkungan Kemenlu RI secara konsisten memberikan penghargaan Adam Malik Award (AMA).

Lihat Juga  Tarif Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Berlaku Tarif Baru

Adam Malik Award atau Pengharagaan Adam Malik adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada media dan wartawan media massa nasional.

Konsistensi Kemenlu, senantiasa bekerja sama erat dengan kalangan media untuk menyajikan informasi mengenai diplomasi dan politik luar negeri Indonesia kepada masyarakat luas, ujar HCB, membuktikan bentuk apresiasi atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin baik selama ini, Kementerian Luar Negeri menganugerahkan Adam Malik Awards (AMA) kepada insan media dan jurnalis Indonesia atas karya jurnalistik mereka yang dinilai edukatif, informatif, faktual dan berimbang.

Pada tahun 2023, AMA memberikan untuk enam kategori, yaitu Media Cetak Terbaik, Media Online Terbaik, Media TV Terbaik, Media Radio Terbaik, Jurnalis Media Cetak Terbaik, dan Jurnalis Media Online Terbaik. (mnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker