INTERNATIONALOLAHRAGA

Semangat Jepang Pantang Menyerah

Gol ke gawang Senegal menjadikan Honda sebagai pemain Asia paling produktif di Piala Dunia

MataPublik.co, RUSIA – Hasil imbang 2-2 yang dibukukan Jepang saat melakoni laga kedua Grup H gelaran Piala Dunia 2018 kontra Senegal, Minggu (24/6) malam WIB, bermakna spesial bagi Keisuke Honda. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-72, saat pasukan Samurai Biru tertinggal 2-1, Honda hanya membutuhkan enam menit untuk mencetak gol yang menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Itu merupakan gol pertama yang dicetak sang gelandang veteran di level internasional, sejak puasa membobol gawang lawan selama hampir dua tahun penuh dengan gol terakhirnya datang di babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia kala bertemu Uni Emirat Arab (UEA) pada September 2016.

Jepang dan Senegal harus puas berbagi angka pada pertandingan kedua grup H Piala Dunia 2018. Wakil Afrika sempat unggul dua kali melalui Sadio Mane dan Moussa Wague, tapi Jepang memperlihatkan semangat pantang menyerah hingga dua kali pula menyamakan kedudukan melalui Takashi Inui dan Keisuke Honda.

Bagaimanapun juga, hasil tersebut membuat posisi mereka di grup H masih belum aman dengan masing-masing mencatatkan empat poin.

Senegal tampil agresif di awal pertandingan, Jepang dipaksa banyak bertahan dan fokus memperkuat lini belakang. Namun, pertahanan Makoto Hasebe dan kawan-kawan akhirnya jebol pada menit ke-11.

Moussa Wague mengirim umpan silang yang tidak diantisipasi baik oleh bek Jepang, Youssouf Sabaly mengontrol bola muntah secara bebas di kotak penalti sebelum melepas tembakan. Kiper Eiji Kawashima menepis tembakan itu dengan sangat buruk sehingga bola malah mengarah ke Mane dan masuk ke dalam gawang.

Lihat Juga  Tak Sepaham dengan Trump, Menhan AS Mattis Mengundurkan Diri

Gol tersebut membuat Jepang berupaya bangkit, organisasi permainan tim Samurai Biru semakin baik seiring jalannya pertandingan sehingga memaksa Senegal tidak bisa agresif seperti sebelumnya.

Kerja keras skuat asuhan Akira Nishino akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34, Yuto Nagatomo menerima umpan panjang dari rekannya di kotak penalti, sentuhannya kurang baik namun dua bek yang mengawal tampak saling menunggu sehingga pemain Galatasaray itu dengan cepat kembali menguasai bola. Inui yang datang membantu langsung menerima bola dan setelah sedikit gocekan, ia melepas tembakan mendatar yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Khadim Ndiaye.

Lima menit kemudian, Senegal seharusnya bisa mengembalikan keunggulan setelah Mbaye Niang lolos jebakan offside, tetapi meski sudah berhadapan dengan kiper sepakannya terlalu mengarah ke Kawashima sehingga penjaga gawang Metz tersebut tidak kesulitan menepisnya.

Lihat Juga  Israel Sesalkan Australia Buntut Pengakuan Atas Klaim Yerusalem

Gol Honda

Lebih impresifnya, penonton yang memadati Ekaterinburg Arena menjadi saksi sejarah lantaran gol ke gawang Senegal menjadikan Honda sebagai pemain Asia dengan koleksi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, mengoleksi empat gol dari sembilan penampilan.

Sebenarnya catatan Honda masih kalah dari torehan lima gol milik legenda hidup Australia, Tim Cahill. Namun FIFA hanya mengakui tiga gol saat Cahill mengusung nama Asia di Piala Dunia, dua gol sisanya datang ketika Australia masih menjadi anggota Oseania (OFC).

Momen Honda tersebut sekaligus menjaga peluang Jepang untuk lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka, yang berarti masih ada kemungkinan untuk bisa menyamai atau bahkan melebihi pencapaian masuk ke fase 16 besar pada edisi 2002 dan 2010.

Rekor mengesankan yang diraih Honda meski sudah menginjak usia 32 tahun membuktikan bahwa mantan penggawa AC Milan tersebut masih layak untuk menjadi panutan para pemain muda Asia yang masih mengejar impian. (adn)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button