Uncategorized

Tahun Ini, Jamaah Haji Gunakan Kartu GPS Khusus

Jika jamaah haji menghadapi situasi darurat, akan muncul alarm dari aplikasi di ponsel

MataPublik.co, MEKKAH – Lebih dari 11 ribu Muslim Cina sedang menuju ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan haji selama sebulan. Penyelenggara haji di Cina mengatakan program percontohan kartu GPS khusus akan membuat perjalanan itu menjadi lebih baik dan lebih aman.

Dilansir Global Times, kartu GPS khusus yang diberikan kepada jamaah haji berisi foto, nomor paspor dan nama dalam bahasa Cina dan Inggris. Terdapat kode QR di bagian belakang kartu yang menunjukkan informasi serupa, serta nomor panggilan penyelamatan setelah dilakukan pemindaian QR kode tersebut.

Sekitar 3.300 jamaah haji akan mengenakan kartu itu tahun ini. Ma Mingyue, seorang staf dari Asosiasi Islam Cina mengatakan fungsi-fungsi baru untuk perangkat sedang dalam pengembangan saat ini. Kartu akan digunakan oleh lebih banyak jamaah haji di tahun-tahun berikutnya,” kata Ma, petugas yang membantu mengatur jamaah haji tahun ini, kepada Global Times, Senin (30/7).

Lihat Juga  Awan Cumulonimbus Penyebab Hujan Disertai Angin Kencang Dikawasan Jakabaring

Sekitar 11.500 Muslim Cina bergabung untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun lalu, yang berjumlah 12.800 jamaah.

Perangkat ini juga memiliki tombol SOS. Jika jamaah haji tersesat atau menghadapi situasi darurat, penyelenggara dari asosiasi akan menerima alarm dari aplikasi yang terpasang di ponsel mereka. Hal ini dikatakan seorang penyelenggara yang mendampingi sekelompok 500 jamaah ke Arab Saudi tahun ini. Dia menolak memberikan nama lengkapnya.

“Menggunakan GPS, aplikasi ini juga dapat membantu penyelenggara Cina melihat lokasi real-time para jamaah, yang penyelenggara katakan akan membantu memfasilitasi pengelolaan kegiatan yang berlangsung selama hampir 40 hari,” katanya.

Lihat Juga  Speedboat Awet Muda Hilang Kendali di Sungai Musi, 7 Tewas

Sejak 20 Juni, para jamaah haji telah berangkat dari Beijing dan lima wilayah lainnya. Yaitu Provinsi Yunnan Cina Barat Daya dan Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, Daerah Otonomi Ningxia Hui, provinsi Gansu dan Qinghai di Cina Barat Laut.

Sebagian besar pengguna kartu berasal dari Yunnan dan daerah lain dengan kelompok jamaah haji yang lebih kecil. Ma menjelaskan, jamaah haji dari Xinjiang, Ningxia, dan Gansu yang padat-Muslim tidak mengenakan kartu itu tahun ini. Kelompok terakhir jamaah haji Cina akan berangkat ke Arab Saudi dari Xining, ibu kota Provinsi Qinghai, pada 1 Agustus.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close