BANYUASIN

Tinggal Sebatang Kara, Nenek Ini Luput dari Bantuan

 

 

BANYUASIN – Nenek Hasani (75) hidup sebatang kara tinggal di rumah kontrakan di  Warga RT 42/ RW 01, Kelurahan Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, belum tersentuh bantuan. Ditengah wacana Pemerintah Kabupaten Banyuasin  akan menggelontorkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, Nenek paruh baya ini bekerja mencari barang rongsokan. Tinggal dirumah kontrakan di perumahan rakyat berukuran kecil.

 

Kata Nenek Hasani, Dia pernah mendapat bantuan PKH beras, Kacang ijo, telor sedangkan uang tidak ada Itu Pun dia tidak tahu bantuan apa yang diberikan kepadanya. “ Belum ado bantuan lain seperti bantuan tuai yang ramai dibicarakan orang – orang. Memang saat ini kehidupan aku susah cung, nyari barang rongsokan sepi. Saya sangat berharap bisa makan saja sudah Alhamdulillah,” kata Nenek ini ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (16/5/20).

 

Lihat Juga  Masjid Al - Hidayah Probolinggo - Betung Segera di Renovasi

Lebih lanjut dia bercerita, sejak kepergian sang suaminya, hidup seorang diri mencari nafkah.

 

“ Sejak itu aku hidup dari kontrakan saru ke kontrakan lain, mencari harga kontrakan yang murah. Bekerja sebagai pencari barang rongsokan untuk memenuhi kehidupan sehari – hari,” keluh dia.

 

Sejak merebaknya Virus Corona, pendapatannya bekerja mencari barang rongsokan sangat teramat sulit.

 

“ Susah nian sekarang. Dulu masih bisa mencari uang Rp 35 ribu sehari hasil dari mencari barang rongsokan. Saat ini untuk mencari uang Rp 20 ribu saja susah perlu waktu beberapa hari untuk mengumpulkan barang bekas pakai tersebut,” ucap Nenek ini dengan mata berkaca – kaca.

 

Sementara itu Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, pernah berujar,
Senin 18 Mei 2020 dijadwalkan akan launching penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) sebagai Jaminan Pengaman Sosial bagi 62.904 KPM masyarakat miskin baru (misbar) yang terdampak Covid-19.

Begitu juga, 86.006 KPM miskin lama (Misla) yang mendapat bantuan sosial (bansos) dari Kemensos seperti PKH BSP, BSP non PKH, Perluasan BSP, tambahan PKH dan Bansos Tunai. Ke 148.910 KPM masyarakat miskin tersebut tersebar di 288 desa 17 Kelurahan di 21 Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin.

Bupati Banyuasin H Askolani melalui Sekretaris Daerah Dr H Muhammad Senen Har Msi, Jumat (15/05/2020) mengatakan bahwa mulai Senin 18 Mei 2020, masyarakat Banyuasin yang terdampak Covid-19 akan mendapatkan bantuan sosial baik BLT dari APBD Kabupaten Banyuasin maupun dari Dana Desa. Sedangkan penerima bantuan sosial dari Kemensos juga akan mendapatkan hal yang sama sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. (*)

 

Lihat Juga  Soal Pinjaman 288 Miliar, Ini Kajian Pembangunan PDAM Berbasis Ekonomi

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close