EKONOMI

Ubah Laku Ditengah Pandemi, Komitmen Medco E&P Kian Teruji

Sejak 1980, Medco E&P tak hanya berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional. Tapi juga turut melaksanakan tanggung jawab sosial sebagai industri hulu minyak dan gas (migas) multinasional. Ubah laku yang diterapkan ditengah masa pandemi Covid-19, tahun ini, komitmen terhadap tugas dan tanggung jawabnya, tidak berkurang bahkan kian teruji.

Seperti tergambar dalam penjelasan Robby Wijaya, Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, dalam webinar bersama SKK Migas Sumbagsel, dan para wartawan belum lama ini.

Paparan Robby Wijaya, (kanan) Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region

Dalam menjalankan operasional perusahaan, Medco E&P sejalan dengan standar etika dan lingkungan tertinggi dalam bekerja. ‘’Keberadaan perusahaan kami disesuaikan dengan kearifan lokal sumber daya alam dan sumber daya manusia kreatif,’’ ujar Robby.

Untuk memperkuat komitmen perusahaan, ujar Robby lagi, pada masa pendemi ini masyarakat  benar-benar dalam kondisi yang perlu mendapat perhatian. Jadi prinsipnya, kegiatan operasional perusahaan tetap jalan. Namun ada sedikit perubahan dalam tingkah laku di lapangan dan kepedulian terhadap kelompok rentan khususnya di pedesaan sekitar lokasi wilayah kerja Medco E&P.

Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Bapak Robby Wijaya

‘’Untuk mendukung protocol kesehatan, kami pastikan dulu pekerja sehat sebelum bekerja dan bertemu dengan masyarakat. Protokol kesehatan harus kami jalani, kita lakukan sesuai dengan pesan ibu yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,’’ tutur Robby lagi.

Langkah terpenting lainnya, Medco E&P bergerak cepat fokus membantu kebutuhan alat medis dan kesehatan untuk mencegah penyebaran covid di desa-desa serta kelompok rentan masyarakat akibat pandemik.

Robby menambahkan, selama masa pandemi, Medco telah menyalurkan bantuan makanan pokok sebanyak 1.820 paket makanan pokok serta 4.200 masker medis, ada 6.550 masker dari kain.  Juga bantuan 10.900 sarung tangan medis serta 475 liter handsaniteser dan 45 unit fasilitas cuci tangan.

‘’Namun ada tantangan saat itu yakni kesulitan mendapatkan barang-barang kesehatan tersebut. Ada istilah ada harga tapi barangnya. Tetap perusahaan tetap berkomitmen membantu dengan cara mencari koneksi-koneksi yang ada. Sehingga bisa tetap membantu masyarakat masyarakat yang mau mencegah penyebaran pancemi covid-19 di desa-desa,’’ papar Robby.

Kegiatan yang dilakukan Medco E&P di masa pandemi,  sambung Robby, pertama yakni melakukan edukasi kesehatan bagi masyarakat dan petugas medis yang ada di desa. Selain membantu alat-alat medis juga melakukan sosialisasi melakukan pemasangan pemasangan poster poster baliho pencegahan penyebaran covid. Harapannya masyarakat bisa paham bahaya dan dapat mencegah penyebarannya.

Setiap kegiatan di wilayah kerja Medco maupun berinteraksi dengan masyarakat, menerapkan protokol kesehatan sesuai ‘Pesan Ibu’ seperti ada jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.

Selanjutnya, lebih penting lagi kepedulian dengan  kaum rentan dan suku anak dalam yang cukup terdesak dalam kondisi seperti ini. Tak hanya perusahaan tapi juga pekerja Medco bersama membantu menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk membantu kelompok rentan ini dengan membagikan sembako.

‘’Masyarakat pada saat masa pendemi benar-benar dalam kondisi yang perlu perhatian. Jadi kami punya prinsip kegiatan pekerja tetap bekerja namun ada sedikit perubahan dalam tingkah laku di lapangan,’’ ujarnya.

Diakui Robby, Migas sudah menjadi harapan bagi masyarakat sekitar. Itulah kenapa, Medco E&P turut membantu peningkatan mata pencaharian masyarakat sekitar lingkungan untuk jangka panjang. Medco secara aktif mendukung dan berkontribusi pada pembangunan positif masyarakat lokal.

‘’Untuk menenuhi kebutuhan operasi ini, Medco E&P telah menyiapkan satu departemen khusus untuk memastikan keberadaan perusahaan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,’’ tegas Robby.

Dalam menjalankan kegiatannya, Medco E&P mempunyai tata nilai terdiri dari empat nilai. Yaitu profesional, etis, terbuka dan inovatif. Arahnya tetap pada  pemberdayaan masyarakat lokal. Jadi kalau berbicara tentang kegiatan operasi Migas, maka tidak akan lepas dari berbicara tentang masyarakat.

Khusus dibidang ekonomi dan ketahanan pangan, Medco E&P, mencoba membantu menggerakkan ekonomi khususnya pada masa pandemi. ‘’Kita sudah memberdayakan 15 kelompok penjahit dan sudah berkontribusi sebanyak 4.093 pieces masker kain dan sudah dibagikan kepada masyarakat sekitar wilayah operasi perusaaan,’’ tutur Robby.

Lihat Juga  DPD Tolak Rencana PPN Sektor Pendidikan dan Sembako

Medco juga memastikan ketahanan pangan masyarakat dengan tetap membantu masyarakat di bidang pertanian perikanan, sayuran, tanaman padi untuk ketahanan pangan.  Juga membantu membuat kolam ikan dan memberikan pelatihan.

Contoh program yang sudah jalan yakni budidaya jamur dan budidaya lebah madu hutan. Untuk budidaya jamur sejak 2017, dikembangkan dengan melihat banyaknya kebun sawit dan melimpahnya tandan kosong sawit.

Serta untuk budi daya jamur melihat banyaknya permintaan jamur mendorong masyarakat bersama mengembangkan usaha budidaya jamur di desa. Budidaya ini dikembangkan dan bekerjasama dengan Pemerintah melalui Program Inovasi Desa Tepat Guna.

Saat ini, sudah mampu memproduksi 200 Kg per bulan dengan pendapatan kurang lebih Rp4 juta per bulannya. Usaha ini bisa dikatakan memanfaatkan limbah tandan kosong sawit sebagai media jamur yang banyak tersedia.

‘’Itulah  kenapa, perlu sinergi dengan perusahaan sawit di sekitar dan membangun kerjasama antara masyarakat desa secara integratif untuk bersama-sama membangun masyarakat desa,’’ paparnya.

Unit usaha lain yakni, mengembangkan produksi madu hutan madu. Usaha ini dikembangkan karena banyak sekali terjadi penebangan hutan liar dan orang membuka kebunnya dengan cara membakar.  Ternyata di sana ada kehidupan yaitu lebah dan sebenarnya ini memberi manfaat untuk komunitas masyarakat di sekitar.

‘’Jadi kami kembangkan budi daya madu ini. Sehingga petani dan warga desa di lapangan bisa mendapatkan keuntungan juga ada nilai jual yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan,’’ imbuhnya.

Selain itu, Medco E&P juga melirik potensi Sumatera Selatan sangat terkenal dengan perkebunan karet. Mayoritas masyarakat di wilayah lokasi kerja Medco, adalah petani karet dengan program organik yang mampu meningkatkan hasil 40 persen dari produksi karet petani yang ada di wilayah kerja Medco E&P.

Saat ini sudah berlangsung di 15 desa melibatkan 265 petani serta kurang lebih 312 hektare perkebunan yang dikelola menggunakan budidaya karet organik.

Sebagai usaha turunan, Medco E&P juga melaksanakan pelatihan dan pengembangan usaha asap cair pembeku getah karet. Asap cair ini hasil destilasi dari pembakaran batok kelapa. Jika dulu, orang memakai cuka asam atau cuka parah untuk membekukan getah karet, itu jelas berbahaya dan beresiko untuk petaninya sendiri maupun lingkungan. Nah dengan asap cair petani bisa lebih aman dan lingkungan terjaga dengan baik.

Medco E&P juga memperhatikan komunitas lain, selain petani di sekitar wilayah perusahaan. Kini, sudah ada empat institusi baru dan 20 orang tenaga lokal yang direkrut sebagai mitra perusahaan dalam diseminasi program atau penyebaran program pemberdayaan.

Sejak 2018, sudah 80 persen fasilitator pemberdayaan perusahaan berasal dari masyarakat sekitar. Juga bekerjasama dengan lembaga non profit untuk meningkatkan pendidikan masyarakat.

Contohnya di PALI kerjasama dengan LSM tujuh pilar membudidayakan literasi membaca. Di Kabupaten Muba membangun rumah literasi untuk anak-anak TK di sana anak-anak diajarkan membaca dan Mendengarkan dongeng yang di waktu senggang.

Baru-baru ini juga di Palembang kami bekerjasama dengan kami support mahasiswa yang memiliki minat untuk meningkatkan minat membaca masyarakat di Kota Palembang.Dibidang infrastruktur, Medco E&P tidak tinggal diam, gerakan membangun jalan dan jembatan sudah dilakukan seperti di Musi Rawas dan Lahat berupa pembangunan jalan cor bersama.

Nah setelah melewati masa-masa kepanikan awal masa pandemi covid-19, Medco E&P turut melakukan berbagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.Di saat masyarakat sudah mulai terbiasa dan mulai masuk tahap transisi new normal, beberapa kegiatan mendapat dukungan perusahaan.

‘’Dukungan dan bantuan tetap diberikan dan masyarakat kooperatif, mereka tetap ikut menjalankan protocol kesehatan. Sementara, perusahaan memberikan support dengan tetap memberikan edukasi kepada mereka bahayanya virus covid-19,’’ papar Robby.

Seperti bantuan kegiatan terkait kegiatan 17 Agustus berupa pembersihan lingkungan, beberapa tempat melakukan kegiatan olahraga juga bersam-sama membersihkan rumah ibadah dengan menyemprotkan desinfektan. Medco tetap memberikan edukasi, bersama-sama dengan pihak lain seperti TNI dan aparat desa sebagai bentuk sinergi.

Lihat Juga  Sumsel Ekspor 91.800 Kg Santan ke China dan Hongkong

Sementara, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bapak Adiyanto Agus Handoyo berharap industri hulu migas bisa membawa efek ganda bagi kemajuan ekonomi nasional. Khususnya menjaga komitmen terkait ketahanan energi dimasa pandemic.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bapak Adiyanto Agus Handoyo

‘’Industri hulu migas memiliki peran sangat startegis diharapkan tak hanya mengisi gap kebutuhan energy tapi lebih dari itu mejadi lokomotif penggerak pembangunan ekonomi,’’ ujarnya.

Melihat kondisi saat ini, harus ada strategi hulu migas terkait eksplorasi yang massif dan perbaikan tata kelola. Juga restorasi dalam melaksanakan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab social.

Keberadaan industri ini sudah dinyatakan dalam kontrak kerja sama. Bahwa kontrak kerjasama khususnya dengan Pemerintah sebagai bentuk kepedulian melalui penciptaan keseimbangan antara upaya meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kemandirian melalui program Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

Tentu harus ada komitmen yang senantiasa dijaga setiap tahun dengan pemerintah daerah.  Komitmen yang dijalankan dalam bentuk natura dan skala prioritas.  Untuk program khusus salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar agar berdaya.

Sejak 2016 sampai 2020, berbagai bidang mendapat kontribusi, khusus bidang ekonomi berupa pemberdayaan dan kerjasama sinergi dengan UMKM. Selama masa pandemi Covid-19, SKK Migas menyalurkan bantuan mencapai Rp 5,4 miliar dan secara nasional sekitar Rp 25,5 miliar. ‘’Bantuannya bermacam-macam tentu disesuaikan pada saat terjadi pandemic dimasa-masa awal. Bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara, VP Relation & Security Medco E&P, Drajat Iman Panjaw menambahkan, ketahanan energi Indonesia sangat memegang peranan penting dan amanah negara dalam hal ini melalui SKK Migas, bahu-membahu untuk memastikan agar produksi minyak dan gas tidak terganggu karena kondisi pandemic.

Seperti diketahui, sejak pandemi produksi minyak dan gas hingga hari ini, tidak mengalami penurunan dan sesuai target yang ditetapkan SKK Migas.Jadi memang target utama karena minyak dan gas adalah soko guru untuk industri nasional. ‘’Jika energi terganggu tentunya industri lain ikut bermasalah. Jadi apa yang kita lakukan sinergi dengan SKK Migas, baik di kantor pusat maupun regional,’’ papar Drajat.

Lantas bagaimana upaya yang dilakukan Medco E&P selama masa tidak normal? Salah satunya, ujar Drajat lagi, memilih kegiatan yang benar-benar berpengaruh terhadap produksi dan mana kegiatan yang bisa dikesampingkan sementara waktu. Karena saat pandemic, sambung Drajat, ada satu hal yang harus dihindari adalah bagaimana resource dan sumber tenaga manusia yang mengoperasikan fasilitas dilapangan tidak terganggu.

Protokol ketat yang dilakukan yakni saat memasuki fasilitas kerja ada skrining ketat yang harus dipatuhi.  Tentunya pihak Medco E&P sendiri tidak ingin terjadi cluster baru. Jika terjadi cluster dilingkungan kerja tentu akan disetop atau memberhentikan operasi di lapangan.

Jadi dengan standar protokol kesehatan yang dilakukan Medco E&P, tenaga kerja mampu memenuhi standar operasi perusahaan. Sebab mengoperasikan minyak gas memiliki standar safety atau keamanan yang sangat tinggi. Sehingga bisa dipastikan, tak ada pengurangan standar operasional dilapangan. Namun yang diatur adalah bagaimana aktifitas yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas produksi.

Dikatakan Drajat, Medco tidak menurunkan standar safety yang tetap diutamakan. Dan Medco juga tidak ada melakukan PHK pekerja melainkan hanya menurunkan jumlah tenaga kerja yang ada di lapangan untuk memastikan semua pekerja memiliki waktu cukup untuk melakukan isolasi mandiri di rumah minimum 14 hari.

‘’Siklus kerja yang berubah ini, kita jaga agar kita tetap screen. Sehingga operasi kita tetap berjalan normal. Alhamdulillah hingga akhir tahun,  produksi minyak kita masih tetap normal meski berapa waktu itu penyerapan gas berkurang karena penggunaan gas pada industri menurun. Tetapi kita sebagai pengelola lapangan, tetap sesuai dengan arahan untuk memastikan produksi minyak dan gas kita dapat terjaga,’’ ujarnya optimis. (dante)

 

Berita ini juga dimuat di Bidik Sumsel.com

Ubah Tingkah Laku Ditengah Pandemi, Komitmen Medco E&P Kian  Teruji

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close