KESEHATAN

Usai Vaksin, Dua Warga Berusia Lanjut Usia Meninggal Dunia

BANYUMAS – Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Hindra Irawan Satari menegaskan dua warga Banyumas berusia lanjut usia (lansia) yang meninggal bukan karena efek setelah disuntik vaksin Covid-19. Dia memastikan, vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada lansia tersebut tidak menyebabkan keduanya meninggal dunia.

“KIPI dua lansia di Banyumas tidak disebabkan oleh imunisasi, namun menunjukkan gejala stroke,” kata Hindra saat dihubungi merdeka.com, Selasa (16/3).

Menurut dia, kedua lansia itu telah memenuhi seluruh tahapan skrining kesehatan sebelum disuntik vaksin. Hindra menyebutkan, hasil skrining kedua lansia itu tidak mengidap 5 dari 11 penyakit kronik dan komorbid.

Lihat Juga  Pengawasan Alat Kesehatan di Sumsel Perlu Diperketat

“Tidak (tidak memiliki 5 dari 11 penyakit kronik komorbid). Yang kami audit, lansia tersebut meninggal karena stroke dan tidak terkait vaksinasi,” kata Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Lima dari 11 penyakit seperti Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal. Hal itu ditanyakan kepada peserta vaksinasi Covid-19 sebelum disuntik.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda, ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh calon peserta vaksinasi. Salah satunya mengenai riwayat penyakit.

Lihat Juga  Dirut: Perpres 64 Agar BPJS Tidak Defisit

“Jika ada 3 atau lebih jawaban ‘ya’ dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan,” dikutip dari SE tersebut.

Sebelumnya diberitakan, dua lansia asal Kabupaten Banyumas meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19, Senin (8/3). Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut keduanya meninggal bukan karena efek Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tapi adanya serangan jantung.

“Setelah kita cek ternyata almarhum punya penyakit penyerta serangan jantung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo di Semarang, Senin (15/3). (mnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close