BANYUASINSUMSEL

Warga Prajen Tolak Rencana Stockpile Batubara

 

 

BANYUASIN – Rencana Pembahasan Stockpile Batu Bara di Desa Prajen, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, mendapat penolakan dari masyarakat, Pasalnya menurut warga akan mengancam Kesehatan masyarakat dan akan merusak habitat hewan air, karena lokasi tersebut berdekatan dengan sungai.

 

Achmad Nurcholis, selaku Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin dari Fraksi PAN,menegaskan, ia sudah banyak mendapat laporan warga, mengeluhkan rencana stockpile batubara di Desa Prajen.

 

Pertimbangan yang dimaksud warga mengenai aspek lingkungan, yang nantinya jika beroperasi akan berdampak kesehatan warga dan baku mutu air sungai.

 

Lihat Juga  Ustadz Abdul Somad Bangga Muba Punya Masjid Raya Megah

“ Persoalan dampak kesehatan, dikaji dari aspek lingkungan, dipastikan saat beroperasi banyak debu dari aktivitas batubara tersebut. Kemudian rencana lokasi stockpile tersebut tidak jauh dari sungai, sehingga warga mengkhawatirkan dampak pencemaran sungai,” kata Politisi PAN, saat di wawancarai, Senin (19/8/19) kemarin.

 

Lebih lanjut, Dia mengatakan, soal mekanisme rencana adanya stockpile batubara di Desa Prajen, belum mengetahui secara jelas. Bahkan informasi ini didapatkan dari warga setempat.

 

Ditanya soal adanya Sosialisasi tentang stockpile dilaksanakan di Palembang hari ini (Kemarin Red), Nurkholis belum mengetahui. “ Saya belum tahu, kalau ada kegiatan sosialisasi, dan saya tidak dilibatkan. Nanti saya akan konfirmasi ke Dinas terkait,” ujar dia.

 

Lihat Juga  Gubernur Kucurkan Rp 29 Miliar untuk OKU Selatan

Sementara itu, Ahmad (53) warga Desa Prajen, Rencana akan ada stockpile Batubara di Desa Prajen, belum mengetahui jelas. Akan tetapi kami menolak, karena melihat dari aspek asas manfaat.

 

“ Persoalan Fasilitas Umum (Fasum) jalan dan bangunan Sekolah tentu akan berdampak jika memang aktivitas batubara di Desa kami,” jelas dia singkat (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker