KESEHATAN

Zona Hijau Covid-19, Tak Lepas Peran Aktif Masyarakat

PALEMBANG Sejak beberapa pekan terakhir, peta risiko Covid-19, terus melandai bahkan sekarang sudah zona kuning. Tak hanya itu, capaian ini tentu tak lepas dari peran aktif masyarakat ikut membantu mempertahankan bahkan mencapai zona hijau alias zona aman.

Plt Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah menjelaskan, Kota Palembang berdasarkan evaluasi 14 indikator Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), zona Covid-19 Kota Palembang masih kuning (risiko rendah). Dari 14 indikator tersebut, tingkat kematian menurun, tingkat kesembuhan meningkat dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun.

Fauziah mengatakan, zona Covid ini bisa selalu dipantau dari Peta Risiko Covid-19. Pada 5 September lalu, pertama kali Kota Palembang dinyatakan zona kuning. “Berdasarkan pantauan dari peta risiko hari ini Palembang masih zona kuning,” katanya, Senin (20/9/2021).

Lihat Juga  Dibutuhkan Komitmen Mendukung Gerakan Memakai Masker

Dari 14 indikator BNPB tersebut dinilai Kota Palembang sudah membaik. Di antaranya dari tingkat kematian menurun, tingkat kesembuhan meningkat dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, per 19 September jumlah kasus aktif 302, kasus bertambah 8, meninggal 1 orang, dan sembuh 37 orang. “Diharapkan masyarakat dan pemerintah bisa terus bekerja sama mempertahankan dan meningkatkan hingga zona hijau,” ujar Fauziah.

Dia menambahkan, selain menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga diharuskan vaksinasi meski saat ini stok tidak banyak. Dinas Kesehatan, ujar Fauziah, setidaknya setiap minggu mendapatkan stok vaksin 20 ribu, dominan untuk dosis kedua. “Namun kita cukup terbantu dengan adanya instansi lain yang juga mengadakan vaksinasi dosis satu,” ujarnya.

Lihat Juga  Brasil Susul AS Catat Jutaan Kasus Positif Corona, Kini Posisi Kedua Dunia

Fauziah menyebutkan, saat ini capaian vaksinasi dosis pertama 42,34%, dosis kedua 26,70%. Vaksin remaja 12 tahun keatas dosis pertama 10,89% (16.534 orang), dosis kedua 9,04% (13.719 orang).

“Antusias masyarakat untuk vaksin cukup melonjak dibandingkan sebelumnya. Diharapkan bersabar karena kita terus berkoordinasi agar mendapatkan jumlah vaksin yang lebih banyak,” kata Fauziah. (dnn)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close